021-22482202
nurrabbaniaman123@gmail.com

RAYAP (isoptera)

PT Amanah Nur Rabbani

RAYAP (isoptera)

Rayap atau semut putih adalah serangga sosial anggota infraordo isoptera bagian dari Ordo blottodea (kecoa) yang di kenal luas sebagai hama penting kehidupan manusia. Rayap Bersarang dan memakan kayu perabotan atau kerangka rumah sehingga menimbulkan banyak kerugian secara ekonomi. Rayap masih berkerabat dengan semut, yang juga serangga sosial.

Kerusakan kayu akibat serangan rayap.

Sebutan rayap sebetulnya mengacu pada hewannya secara umum, padahal terdapat beberapa bentuk berbeda yang dikenal, sebagaimana pada koloni semut atau lebah sosial. Dalam koloni, rayap tidak memiliki sayap. Namun, beberapa rayap dapat mencapai bentuk bersayap yang akan keluar dari sarangnya secara berbondong-bondong pada awal musim penghujan (sehingga sering kali menjadi pertanda perubahan ke musim penghujan) di petang hari dan beterbangan mendekati cahaya. Bentuk ini dikenal sebagai laron atau kelekatu.

Jenis rayap di Indonesia diklasifikasikan ke dalam 3 kategori ekologis sesuai dengan kebiasaan bersarang dan makan mereka, yaitu:

  1. Rayap Tanah
  2. Rayap Kayu kering
  3. Rayap Basah

Rayap tanah

Rayap tanah adalah serangga sosial yang hidup di dalam sebuah koloni yang terdiri dari banyak individu. Mereka ditemukan di seluruh daerah di Indonesia dan merupakan jenis rayap paling umum yang ditemukan di bangunan rumah.

Rayap tanah harus berada di dekat sumber kelembaban untuk bertahan hidup. Mereka akan membangun sarang di dekat tanah di mana mereka dapat dengan mudah memperoleh kelembaban dari tanah.

Mereka membuat terowongan melalui tanah untuk mengakses tanah atau kayu yang lembab. Pada musim kemarau terowongan mereka akan menjadi lebih dalam ke tanah untuk mencapai kelembaban.

Rayap kayu kering

Rayap kayu kering hidup di dalam koloni kecil, biasanya kurang dari 1,000 individu dan seluruhnya hidup di dalam potongan kayu.

Mereka tidak seproduktif beberapa jenis rayap yang lain, namun gejala kerusakan yang ditimbulkannya dapat menjadi substansial karena kerusakan yang mereka timbulkan tidak akan terdeteksi untuk waktu yang lama sebelum mereka ditemukan.

Jenis rayap ini tidak memerlukan kontak dengan tanah dan lebih memilih daerah dengan kadar air yang rendah.

Rayap kayu basah

Rayap kayu basah biasanya menempati kayu yang membusuk yang tetap lembab dan basah karena adanya kontak dengan tanah atau hal lain yang menunjangnya, misalnya melalui kebocoran air di sebuah bangunan.

Mereka paling mungkin untuk bersarang pada kayu yang berada di area outdoor, seperti pohon, tunggul atau kayu yang bersentuhan dengan tanah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *